Mari-Kita-Bantu-Para-Guru-Ngaji-Untuk-Memberantas-Buta-Aksara-Al-Quran-Bagi-Para-Lansia

Mari Kita Bantu Para Guru Ngaji Untuk Memberantas Buta Aksara Al Quran Bagi Para Lansia

Ternyata benar, masih ada banyak sekali masyarakat di Indonesia yang masih belum bisa membaca Al Qur'an. Bukan hanya anak-anak, melainkan mereka yang sudah berusia lansiapun juga masih sangat banyak yang belum bisa membaca Al Qur'an. Lihat faktanya dalam berita dibawah ini.

Tentu ada banyak hal yang bisa menyebabkannya. Bisa karena memang dari kecil kurang dikenalkan pelajaran agama. Bisa juga karena lingkungan disekitarnya yang kurang mendukung. Bisa juga karena tidak ada guru ngaji yang mau mengajari. Bisa juga karena malu untuk belajar membaca Al Qur'an karena merasa sudah terlalu tua.

Hal ini menjadi sebuah fakta yang membuat kita sedih. Fakta tersebut adalah ternyata masih banyak para orangtua yang memasukkan anak-anak mereka ke TPA-TPA untuk belajar membaca Al Qur'an dengan alasan karena para orangtuanya itu sendiri masih belum bisa membaca Al Qur'an, jadi tidak bisa mengajari anaknya sendiri. Jadi karena tidak bisa mengajari sendiri, makanya anak-anaknya dimasukkan ke TPA-TPA itu.

Bahkan ada juga yangb berpikir seperti ini : "Yang penting anak saya nanti bisa membaca Al Qur'an, sedangkan saya gak bisa baca juga gak apa-apa, soalnya sudah tua, telat untuk belajar Al Qur'an lagi". Sebuah pemikiran yang mungkin kurang tepat.

Bisa jadi, sebenarnya para orangtua-orangtua yang masih belum bisa membaca Al Qur'an itu sebenarnya dalam hati kecilnya juga ingin bisa membaca Al Qur'an. Namun mungkin kalo belajarnya dibarengkan dengan kelas anak-anak pasti akan merasa malu dan minder. Takut dibilangin : "Masak sudah tua kok belum bisa membaca Al Qur'an?"

Fenomena inilah yang akhirnya menggugah seseorang yang bernama Pak Dodik Haryadi, seorang guru ngaji yang tinggal didaerah Majegan Tulung Kabupaten Klaten. Beliau akhirnya menggagas adanya TPA Khusus Untuk Lansia.

Ya, Pak Dodik ingin warga masyarakat disekitarnya, terutama yang sudah berusia lansia, yang masih belum bisa membaca Al Qur'an, semuanya harus bisa membaca Al Qur'an. Beliau ingin memberantas buta aksara Al Quran bagi warga masyarakat disekitarnya. Terutama bagi warga yang sudah berusia lansia.

Jadi TPA tersebut memang dikhususkan bagi para lansia yang masih belum dapat membaca Al Quran. Mereka diajari dan dibimbing benar-benar dari nol, hingga mereka akhirnya bisa membaca Al Qur'an. Kegiatan ini sudah dijalankan sejak Bulan Juli 2018. Diadakan seminggu dua kali, setiap malam rabu dan malam ahad.

Pak Dodik mengajari mereka membaca Al Qur'an dengan menggunakan Metode Rubaiyat. Sebuah metode cara belajar membaca Al Qur'an dari nol, yang Insya Alloh hanya dalam 4 kali pertemuan sudah bisa lancar membaca Al Qur'an.

Akhirnya kegiatan yang dirintis oleh Pak Dodik ini bisa berjalan dengan baik. Dari yang awalnya hanya diikuti oleh dua orang saja, akhirnya sekarang diikuti hampir 30 orang. Dari yang awalnya hanya satu kelas saja, sekarang sudah buka kelas baru.

Warga masyarakatpun menyambut dengan baik kegiatan ini. Mereka merasakan manfaatnya dari adanya TPA Khusus Untuk Lansia ini. Dari yang awalnya mereka belum bisa membaca Al Qur'an sama sekali akhirnya sekarang sudah bisa membaca Al Qur'an. Ada sebuah kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa dibayar dengan sejumlah uang, ketika mereka akhirnya bisa membaca Al Qur'an sendiri.

Yes...! Kegiatan seperti yang dilakukan oleh Pak Dodik inilah yang saat ini dilakukan oleh Rubaiyat Indonesia, yaitu melakukan semacam gerakan pemberantasan buta aksara Al Qur'an di seluruh Indonesia.

Rubaiyat telah memiliki guru-guru ngaji yang siap membantu masyarakat untuk mengentaskan buta aksara Al Qur'an seperti yang dilakukan oleh Pak Dodik ini. Dan sekaligus ingin membuat lebih banyak lagi Omah Ngaji Rubaiyat di seluruh Indonesia.
Omah Ngaji Rubaiyat
Nah bersama ini pula Kami dari Rubaiyat indonesia ingin mengajak Anda sekalian untuk bisa ikut berpartisipasi dalam gerakan pemberantasan buta aksara Al Qur'an

Saat ini Rubaiyat Indonesia saat ini sedang mengadakan Program Wakaf Buku Rubaiyat yang akan digunakan oleh para guru-guru ngaji untuk mengajar masyarakat yang masih belum bisa membaca Al Qur'an. Agar para guru-guru ngaji seperti Pak Dodik diatas bisa terus menularkan ilmunya dan membantu masyarakat dalam memberantas buta aksara Al Qur'an.

Hanya dengan Rp275.000 (Dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah), Anda sudah bisa ikut berpartisipasi dalam Program Wakaf Buku Rubaiyat ini, yang tujuannya adalah untuk memberantas buta aksara Al Qur'an di seluruh Indonesia.Buku Cara Membaca Al Quran Dengan Metode RubaiyatDonasi ini akan dipergunakan untuk pengadaan buku dalam kegiatan pemberantasan buta aksara Al Quran yang diselenggarakan oleh Rubaiyat Indonesia. Dimana buku-buku inilah yang nanti akan digunakan oleh para guru-guru ngaji dalam mengajar (bisa dilihat lampiran foto kegiatan).

Insya Alloh keikutsertaan Anda dalam Program Wakaf Buku Rubaiyat ini kelak akan menjadi saksi dan pemberat amal kebaikan Anda, sekaligus bisa menjadi pahala jariyah buat Anda.

Disetiap mereka yang telah terbantu dari belum bisa membaca Al Qur'an hingga akhirnya bisa membaca Al Qur'an berkat bantuan buku yang Anda donasikan ini, Insya Alloh akan mengalir pahala kebaikan juga buat Anda.

Untuk donasi Program Wakaf Buku Rubaiyat untuk guru ngaji ini bisa ditransfer ke :
Rek Bank BNI Syariah
No. Rek : 072-7175-089
an Yayasan Sinar Terang Nusantara

Untuk informasi donasi untuk Program Wakaf Buku Rubaiyat selengkapnya bisa menghubungi admin kami di No.HP/WA : +62 852-15-4444-56

Terima Kasih

Note : Ini foto-foto kegiatan di TPQ Lansia yang dirintis oleh Pak Dodik dan Pembukaan Omah Ngaji Rubaiyat